Selasa, 09 Oktober 2012

Pengenalan Bahan Pakan secara Makroskopis


PENDAHULUAN
Latar Belakang
Mahluk hidup termasuk hewan memerlukan zat-zat gizi untuk melengkapi kebutuhan akan protein, energi, mineral dan vitamin serta lainnya yang digunakan untuk proses pertumbuhan produksi serta reproduksi dan pemeliharaan tubuhnya. Tanaman yang merupakan sumber makanan pokok untuk hewan, juga merupakan suatu unit biologi yang terdiri atas unit kimia yang sama dengan hewan. Oleh karena itu, membicarakan komposisi atau susunan tubuh hewan dan tubuh tanaman sangat penting.     
Agar ternak peliharaan tumbuh sehat dan kuat, sangat diperlukan pemberian pakan. Pakan memiliki peranan penting bagi ternak, baik untuk pertumbuhan ternak muda maupun untuk mempertahankan hidup dan menghasilkan produk (susu, anak, daging) serta tenaga bagi ternak dewasa. Fungsi lain dari pakan adalah untuk memelihara daya tahan tubuh dan kesehatan. Agar ternak tumbuh sesuai dengan yang diharapkan, jenis pakan yang diberikan pada ternak harus bermutu baik dan dalam jumlah cukup. Pakan yang sering diberikan pada ternak kerja antara lain berupa: hijauan dan konsentrat (makanan penguat).
Pakan ternak yang baik berasal dari hewan maupun nabati, dapat dikelompokkan dalam beberapa bentuk, berdasarkan atas nomenklatur Internasional, sumber, bentuk, tekstur, bau dan asalnya. Hal inilah yang melatar belakangi dilakukannya Praktikum Bahan Pakan dan Formulasi Ransum mengenai Pengenalan Bahan Pakan Secara Makroskopis.
Tujuan Praktikum
Praktikum Bahan Pakan dan Formulasi Ransum mengenai Pengenalan Bahan Pakan Secara Makroskopis bertujuan untuk memberikan gambaran dan pemahaman mengenai jenis-jenis bahan pakan secara makroskopis sebelum membuat formulasi ransum.
Kegunaan Praktikum
            Kegunaan dari Praktikum Bahan Pakan dan Formulasi Ransum mengenai Pengenalan Bahan Pakan Secara Makroskopis adalah agar peserta praktikum dapat mengetahui jenis-jenis bahan pakan secara makroskopis dan dapat mengelompokkannya berdasarkan tata cara evaluasi bahan pakan.


TINJAUAN PUSTAKA
A.    Pengertian Pakan, Ransum, Konsentrat, dan Hijauan
1.   Pakan
Pakan adalah makanan/asupan yang diberikan kepada hewan ternak (peliharaan). Istilah ini diadopsi dari bahasa Jawa. Pakan merupakan sumber energi dan materi bagi pertumbuhan dan dan kehidupan makhlukh hidup. Zat yang terpenting dalam pakan adalah protein. Pakan berkualitas adalah pakan yang kandungan protein, lemak, karbohidrat, mineral dan vitaminnya seimbang (Anonim, 2011).
Pakan ruminansia terdiri atas pakan hijauan sumber serat dan pakan tambahan sumber protein, energi, mineral dan vitamin. Sejumlah kecil suplemen tertentu seperti mineral, vitamin atau asam amino diberikan kalau benar-benar menjadi pembatas produksi. Sebagian besar hijauan pakan adalah rerumputan dan semak dengan kandungan protein antara 6-10% dan TDN 50% atau kurang sehingga hanya cocok untuk hidup pokok. Di musim penghujan hijauan ini berlimpah, sebaliknya di musim kemarau sedikit. Dengan penyimpanan dalam bentuk kering, hijauan ini dapat dimanfaatkan selama musim kemarau (Puslitbangnak, 2011).
2.   Ransum
Ransum adalah pakan jadi yang siap diberikan pada ternak yang diberikan pada ternak yang disusun dari berbagai jenis bahan pakan yang sudah dihitung (dikalkulasi) sebelumnya berdasarkan kebutuhan nutrisi dan energi yang diperlukan. Berdasarkan bentuknya, ransum dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu mash, pellet, dan crumble (Sinaga, 2009).
Ransum adalah makanan yang disediakan bagi ternak untuk 24 jam. Karena suatu ransum seimbang menyediakan semua zat makanan yang dibutuhkan untuk memberi makan ternak selama 24 jam (Sinaga, 2009).
Konsumsi ransum sangat dipengaruhi oleh berat badan dan umur ternak konsumsi ransum akan semakin meningkat dengan meningkatnya berat badan ternak. Jumlah ransum yang dikonsumsi juga akan bertambah dengan bertambahnya umur ternak (Sinaga, 2009).
3.   Konsentrat
Konsentrat adalah suatu bahan pakan yang dipergunakan bersama bahan pakan lain untuk meningkatkan keserasian gizi dari keseluruhan pakan dan dimaksudkan untuk disatukan dan dicampur sebagai suplemen (pelengkap) atau pakan lengkap (Anonim, 2011).
Konsentrat adalah bahan pakan yang mengandung nutrisi yang sangat tinggi, dengan kandungan serat rendah. Konsentrat adalah bahan makanan yang konsentrasi gizinya tinggi tetapi kandungan serat kasarnya relatif rendah dan mudah dicerna. konsentrat atau makanan penguat adalah bahan pakan yang tinggi kadar zat-zat makanan seperti protein atau karbohidrat dan rendahnya kadar serat kasar (dibawah 18%). Konsentrat mudah dicerna, karena terbuat dari campuran beberapa bahan pakan sumber energi (biji-bijian, sumber protein jenis bungkil, kacang-kacangan, vitamin dan mineral). Penggunaan konsentrat agar dapat mencapai sasaran harus memperhatikan 3 hal berikut ini: (1) Pemberian konsentrat jangan terlalu berlebihan, namun harus memperhatikan kebutuhan nutrisi ternak; (2) Pemberian konsentrat jangan terlalu berlebihan, namun harus memperhatikan kebutuhan nutrisi ternak; dan (3) Pemberian konsentrat harus sesuai dengan imbangan jumlah produksi (susu atau daging) (Priyono, 2008).
4.   Hijauan
      Hijauan adalah semua bahan makanan ternak yang diberikan dalam bentuk segar. Hijauan dapat berupa tanaman rumput-rumputan, kacang-kacangan, semak, perdu, atau pohon yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan terutama ternak herbivore (Anonim, 2011).
Hijauan pakan (Forages) ini dikenal pula dengan istilah hijauan makanan ternak (HMT) Contohnya:Rumput Rumput-rumputan misalnya rumput gajah, teki, ilalang dan lain-lain. Leguminosa misalnya kalopo, centro, serta hijauan lain selain rumput dan legume contoh nangka, ketela pohon dan lain-lain. Sumberdaya tanaman pakan pada umumnya mengandalkan berbagai jenis tanaman hijauan pakan kelompok rumput-rumputan (Gramineae) dan leguminosa (Leguminoseae). Namun mengandalkan sumberdaya tanaman hijauan pakan ini secara kuantitatif, kualitatif dan kontinyuitas sulit diharapkan karena ketersediaan alokasi lahan yang diperuntukkan.  Sumberdaya pakan yang potensial adalah pemanfaatan limbah pertanian dan industri pertanian.  Di daerah pertanian lahan kering dapat diharapkan ketersediaan jerami padi, jerami jagung, pucuk tebu, juga jerami kacang tanah dan kedelai, disamping hasil pengolahan hasil pertanian katul dan berbagai bungkil (Egarusiani, 2009).


Menurut Egarusiani (2009) beberapa macam hijauan dan leguminosa misalnya seperti :
a.       Rumput gajah (Pennisetum purpureum)
Rumput Gajah ( Pennisctum purpureum) atau disebut juga rumput napier, merupakan salah satu jenis hijauan pakan ternak yang berkualitas dan disukai ternak. Rumput gajah dapat hidup diberbagai tempat (0 – 3000 dpl), tahan lindungan, respon terhadap pemupukan, serta menghendaki tingkat kesuburan tanah yang tinggi. Rumput gajah tumbuh merumpun dengan perakaran serabut yang kompak, dan terus enghasilkan anakan apabila dipangkas secara teratur.
b. Lamtoro (Leucaena leucocephala)
Tanah asli lamtoro adalah Meksiko dan Amerika Tengah, di mana tanaman ini tumbuh menyebar luas. Penjajah Spanyol membawa biji-bijinya dari sana ke Filipina di akhir abad XVI. dan dari tempat ini mulailah lamtoro menyebar luas ke pelbagai bagian dunia; ditanam sebagai peneduh tanaman kopi, penghasil kayu bakar, serta sumber pakan ternak yang lekas tumbuh.[5]Lamtoro mudah beradaptasi, dan segera saja tanaman ini menjadi liar di berbagai daerah tropis di Asia dan Afrika; termasuk pula di Indonesia .
     c. Centro (Centrocema pubescens)
Centrosema pubescens atau biasa disebut Sentro berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Tanaman ini merupakan salah satu dari jenis legum yang paling luas penyebarannya di kawasan tropis lembab. Sentro diintroduksi ke kawasan Asia Tenggara dari kawasan tropis Amerika di abad ke 19 atau lebih awal. Bentuk bunganya yang seperti kupu-kupu sangat cantik dan khas dengan warnanya yang ungu terang (Egarusiani,2009).
     d. Tapal kuda (Centella asiatica)
Kaki kuda (Centella asiatica) termasuk familia Umbelliferae. Tumbuhan ini tumbuh di sekitar pantai sampai dengan ketinggian 2.500 meter di atas permukaan laut, untuk pengembangbiakannya tumbuhan ini kaki kuda ini dilakukan dengan cara stek karena lebih cepat tumbuhnya. Di Jawa Barat kadang-kadang tumbuhan daun kaki kuda ditanam sebagai penutup tanah di perkebunan-perkebunan teh.
e.
f. Rumput gajah mini (Pennisetum purpureum CV Mott)
g. Gamal (Gliricidia maculata)
Gamal berbentuk pohon,semak, daun majemuk bersirip ganjil,bunga berbentuk malai, lukar dari ketiak daun,bunga berwarna merah jambu, buah polongan,akar cukup dalam. Fungsi tanaman: tanaman pelindung,pagar,makanan ternak,dan penahan erosi.Dapat diperbayak dengan menggunakan stek ataupun biji. Gamal ditanam sebagai penahan angin, bank protein, pakan ternak dan pagar hidup.         
h.
i. Tepung rese
Didapatkan dari kulit dan kepala udang yang digiling. Pada proses pembuatannya sebaiknya dipisahkan antara kulit dan kepala udang yang masih basah dengan yang kering setelah sebelumnya dibersihakan dari kotoran. Kulit dan kepala udang kering dapat langsung digiling dan diayak untuk mendapatkan tepung yang halus. Sementara kulit dan kepala udang basah dapat digiling setelah kering ataupun saat masih basah.
     j. Jagung(Zea mays L.)
Merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting, selain gandum dan padi. Sebagai sumber karbohidrat utama di Amerika Tengah dan Selatan, jagung juga menjadi alternatif sumber pangan di Amerika Serikat. Penduduk beberapa daerah di Indonesia (misalnya di Madura dan Nusa Tenggara) juga menggunakan jagung sebagai pangan pokok. Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga ditanam sebagai pakan ternak (hijauan maupun tongkolnya), diambil minyaknya (dari bulir), dibuat tepung (dari bulir, dikenal dengan istilah tepung jagung atau maizena), dan bahan baku industri (dari tepung bulir dan tepung tongkolnya).
k.
     l. Tepung Tulang
Peran tepung tulang sebagai campuran pakan unggas adalah sebagai sumber kalsium dan fosfor. Tidak semua jenis tulang dapat digunakan sebagai bahan baku tepung tulang, tetapi hanya tulang ternak dewasa saja yang dapat digunakan, seperti tulang sapi, kerbau, babi, dan kuda.Tepung tulang yang baik biasanya memenuhi beberapa syarat, diantaranya berwarna keputih-putihan, tidak berbau, tidak mengandung bibit penyakit, kadar air paling tinggi 5%.
m. Kacang kedelei(Glycine max)
Kedelai merupakan sumber protein nabati dan sumber energi. Namun, sebagai bahan pakan unggas kedelai mempunyai kelemahan karena mengandung anti-tripsin yang dapat menghambat pertumbuhan unggas. Oleh karena itu, sebelum digunakan kedelai harus disangrai terlebih dahulu. Dengan perlakuan tersebut dapat melemahkan zat anti-tripsin yang merugikan bagi unggas. Selain itu, penggunaan kedelai sebagai bahan pakan unggas dinilai kurang ekonomis.
n.
o. Bungkil Kelapa
Bungkil kelapa diperoleh dari ampas kopra. Bungkil kelapa mengandung 11% air, minyak 20%, protein 45%, karbohidrat 12 dan 5% abu. Bungkil kelapa banyak dimanfaatkan sebagai pakan ternak karena memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Negara pengimpor bungkil kelapa terbesar adalah Belgia yang mendatangkan bungkil kelapa dari Ceylon rata-rata 24.000 ton per tahun.
p. Tepung Ikan           
Tepung ikan adalah sumber protein yang sangat baik untuk unggas, karena mengandung asam-asam amino essensial yang cukup untuk kebutuhan ayam dan sumber dari lisin dan metionin, tepung ikan yang tidak rusak karena pengolahan mengandung energi metabolis yang cukup tinggi dibanding dengan bahan-bahan makanan lainnya yang digunakan  dalam ransum unggas.
q.









B.    Klasifikasi Bahan Pakan Menurut Asal
Menurut asalnya. Bahan pakan asal nabati misalnya hijauan pakan (Forages) hijauan pakan ini dikenal pula dengan istilah hijauan makanan ternak (HMT) Contohnya: Rumput Rumput-rumputan :rumput gajah,teki, ilalang dll), leguminosa contoh kalopo, centro, serta hijauan lain selain rumput dan legume nangka, ketelapohon) Jerami atau sisa tanaman pertanian. Bebijian (Co: Jagung, shorgum, gandum,padi) Umbi (ketela pohon, rambat, kentang)Hasil sisa ato hasil sampingan industri pertanian(bungil, bekatul, onggok, tetes). Bahan pakan asal Hewan : Tepung daging, tpg tulang, tpg darah, tpg susu, tpg telur Bahan Pakan asal ikan : Tepung ikan, tepung kepala udang dll (Priyono, 2008).
Jamaluddin (2011) membagi bahan pakan berdasarkan asalnya menjadi dua golongan yaitu bahan pakan asal hewan contoh tepung limbah katak, tepung bekicot, tepung jangkrik, tepung bulu, tepung ikan dan lain-lain. Dan bahan pakan asal nabati misalnya bungkil kelapa, rumput-rumputan, kacang-kacangan dan lain.
Selain bahan pakan yang berasal dari hewani dan bahan pakan dari asal nabati masih terdapat bahan pakan yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Bahan pakan ini berasal dari alam atau secara alami. Yang termasuk bahan pakan alami adalah urea dan sulfur. Bahan pakan ini dibutuhkan oleh ternak sebagai feed aditif dan ada juga sebagai sumber mineral.(Anggorodi, 1995)

C.     Klasifikasi Bahan Pakan Menurut Sumber
Menurut Anggorodi (1995) ada beberapa bahan pakan berdasarkan sumbernya dan ini berkaitan dengan kandungan gizinya apakah termasuk sumber energi seperti dedak dan ubi kayu, sumber protein ada dua yaitu dari tanaman seperti bungkil kelapa dan kedelai dan dari hewani seperti tepung darah dan tepung bulu. Selanjutnya sumber mineral seperti tepung tulang, kapur dan garam, sumber vitamin seperti minyak ikan dan juga sebagai imbuhan pakan seperti antibiotika, hormon dan enzim.
 Sumber Energi.
         Bahan makanan sumber energi pada umumnya merupakan bahan pakan yang mempunyai kadar protein sekitar 12 % dimana 75-80 % dapat dicerna. Penyusun utama bahan makanan sumber energi adalah karbohidrat, yang masih utuh berupa biji biasanya ¾ bagian merupakan pati yang daya cernanya sekitar 95 % serta mempunyai kadar serat kasar yang bervariasi yang dapat mempengaruhi daya cerna (Novikah, 2010).
Sumber Protein
Bahan pakan sumber protein terdiri dari dua sumber yaitu protein yang berasal dari sumber hewani dan yang berasal dari sumber nabati. Sumber protein nabati terutama dari jenis kacang-kacangan dan dari jenis leguminosa. Sumber protein hewani diantaranya adalah BR 1, BR 5 dan pellet (Novikah, 2010).
Sumber Mineral
Mineral merupakan komponen dari pesenyawaan organik jaringan tubuh dan persenyawaan kimiawi lainnya yang berperan dalam proses metabolisme. Kebutuhannya sangat sedikit tetapi sangat vital, teutama pada proses tumbuh dan bereproduksi penyusunnya yaitu kalsium dan fosfor (Novikah, 2010).
Sumber Vitamin
Vitamin adalah senyawa organik, biasanya tidak disintesis oleh jaringan tubuh dan diperlukan dalam jumlah sedikit. Vitamin ini digunakan sebagai koenzim atau regulator metabolisme. Vitamin digolongkan menjadi dua yaitu vitamin yang larut dalam lemak dan vitamin yang larut dalam air. Vitamin A, D, E, K adalah vitamin yang larut dalam lemak. Sedangkan vitamin yang larut dalam air adalah tiamin, ribofialin, asam nukleat, folasin, boitin dan asam pentotenat. Sedangkan vitamin C tidak dapat disintesis oleh tubuh jadi sangat diperlukan dalam ransum (Novikah, 2010).
D.     Klasifikasi Bahan Pakan Menurut Nomenklatur Internasional
Menurut Tillman, Dkk (1984), Nomenklatur internasional telah membagi pakan ternak dalam delapan kelas, yaitu : 
1). Forage kering dan roughage, yakni semua hay dan jerami kering.
2). Pasture, ramban yakni semua tanaman yang diberikan segar sebagai hijauan
3). Silase, yakni semua makanan yang dipotong-potong atau dicacah-cacah dan difermentasikan
4). Makanan sumber energi, yakni semua biji-bijian, hasil ikutannya yang mempunyai kandungan 20% dan 10% serat kasar   
5). Makanan sumber protein 20% atau lebih dan dapat berasal dari tanaman, hewan, ikan dan milk           
6). Makanan sumber mineral  
7). Makanan sumber protein  
8). Makanan aditif, yaitu zat-zat tertentu yang biasanya ditambahkan kepada ransum seperti antibiotika, zat warna, hormon dan obat-obatan lainnya.
Pasture atau pakan hijauan ialah semua bahan pakan yang berasal dari tanaman ataupun tumbuh-tumbuhan berupa daun-daunan, terkadang termasuk batang, ranting dan bunga. Yang termasuk hijauan segar ataupun silase. Sedangkan hijauan kering berupa hay ataupun jerami kering (Sugeng, 2003).
E.     Klasifikasi Bahan Pakan Menurut Tekstur
            Menurut Anonim (2012), bahan pakan menurut teksturnya terbagi menjadi dua yaitu
1)      Kasar
Kondisi bahan pakan yang tidak teratur dan gampang digenggam
2)      Halus
Kondisi bahan pakan yang lembut dan sulit digenggam
F.     Klasifikasi Bahan Pakan Menurut Bau
            Menurut Anonim (2012), bahan pakan menurut teksturnya terbagi menjadi dua yaitu tengik dan khas
G.     Bahan Pakan Berdasarkan Bentuk
Egarusiani (2009), membagi bahan pakan menurut bentuk fisiknya dibedakan menjadi 3 juga yaitu:
  1. Bentuk butiran(Co: jagung ,shorgum.
  2.  Bentuk Tepung(co: dedak, bekatu, tepung ikan,dll),
  3. Bentuk cair(Co: minyak ikan dan minyak kedelai).
Menurut bentuk fisiknya dibedakan menjadi tiga yaitu bentuk butiran contoh jagung dan shorgum, bentuk tepung misalnya dedak, bekatul, tepung ikan dan lain-lain, serta bentuk cair yakni minyak ikan, minyak kedelai dan lain-lain. (Jamaluddin, 2011).
METODOLOGI PRAKTIKUM
Waktu dan Tempat
Praktikum Bahan Pakan dan Formulasi Ransum mengenai Pengenalan Bahan Pakan Secara Makroskopis dilaksanakan pada hari Kamis, 8 Maret 2012 Pukul 15.00 Wita sampai selesai di Laboratorium Anggrostologi, Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, Makassar.
Materi Praktikum
            Alat-alat yang digunakan pada praktikum Bahan Pakan dan Formulasi Ransum mengenai Pengenalan Bahan Pakan Secara Makroskopis adalah kamera foto.
Bahan-bahan yang digunakan pada praktikum Bahan Pakan dan Formulasi Ransum mengenai Pengenalan Bahan Pakan Secara Makroskopis adalah rumput gajah (Pennisetum purpureum), lamtoro (Leucaena leucocephala), centro (Centrocema pubescens), tapal kuda (Centella asiatica), kalopo (calopogonium muconoides), gamal (Gliricidia maculata), rumput gajah mini (Pennicetum purpureum CV Mott), daun murbei (Morus alba L), tepung rese, tepung CaCo3, jagung, kacang gude, tepung tulang, kacang kedelei, sulfur, tepung premis, tepung ikan, dan bungkil kelapa.
Metodologi Praktikum
            Menyiapkan bahan-bahan serta alat yang akan digunakan dalam praktikum. Selanjutnya mencatat nama bahan, nama ilmiah, ciri-ciri, asal, nomenklatur Internasional, bentuk, warna, tekstur, bau, asal dan sumber.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan mengenai bahan pakan maka diperoleh hasil sebagai berikut :
Tabel 1. Hasil Pengamatan Bahan Pakan (Hijauan) Secara Makroskopis
No
Nama Bahan
Nama Ilmiah
Ciri-ciri
Asal
1
Rumput gajah
Pennisetum purpureum
Berbulu halus, daun menyirip runcing, batang beruas, bunga kuning emas, berbentuk lilin.
Afrika
2
Lamtoro
Leucena leucocepala
Bunga putih, daun jamak, warna coklat pada kulit batang, memiliki kambiun
Amerika
3
Sentro
Centrocema pubescens
Bunga berwarna ungu, berdaun tiga, menjalar, permukaan daun halus
Amerika tengah dan Selatan
4
Tapal kuda
Centella asiatica
Berdaun lebar, permukaan daun halus, ujung daun terbelah, memiliki urat daun
Jawa barat
5
Kalopo
Calopogonium muconoides
Bulu kuning keemasan, permukaan daun kasar, berakar serabut.
Amerika
6
Rumput gajah
Pennisetum Purpureum CV Mott
Berbulu halus, daun menyirip runcing, batang beruas, bunga kuning emas, berbentuk lilin.
Afrika
7
Gamal
Gliricidia maculata
Bunga putih, daun oval, permukaan daun halus dan batang agak tinggi
Amerika Selatan
8
Daun murbei
Morus alba L
Daunnya warna hijau lebar dan memanjang,
Cina
Sumber : Data Hasil Pengamatan Bahan Pakan dan Formulasi Ransum, 2012.

Pembahasan
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa bahan pakan asal hijauan terbagi atas dua macam yakni bahan pakan hijauan yang termasuk bangsa rumput-rumputan dan kacang-kacangan. Hal ini sesuai dengan pendapat Puslitbangnak (2011) yang menyatakan bahwa sebagian besar hijauan pakan adalah rerumputan dan semak dengan kandungan protein antara 6-10% dan TDN 50% atau kurang sehingga hanya cocok untuk hidup pokok. Di musim penghujan hijauan ini berlimpah, sebaliknya di musim kemarau sedikit. Pada musim kemarau limbah tanaman pangan, khususnya jerami padi menjadi sumber penting hijauan di samping rumput. Jerami ini mengandung protein 5% atau kurang dan kecernaan sekitar 30-40% sehingga tidak menunjang kebutuhan hidup pokok. Meskipun demikian, karena produktivitasnya tinggi, 6-11 ton bahan kering/ha, produk ini harus ditingkatkan gizinya dengan perlakuan seperti amoniasi agar dapat dimanfaatkan secara optimal.20 Hasil penelitian menunjukkan bahwa seekor sapi seberat 300 kg mampu mengkonsumsi bahan kering jerami olahan sebanyak 8 kg/hari.
Sumberdaya tanaman pakan pada umumnya mengandalkan berbagai jenis tanaman hijauan pakan kelompok rumput-rumputan (Gramineae) dan leguminosa (Leguminoseae). Namun mengandalkan sumberdaya tanaman hijauan pakan ini secara kuantitatif, kualitatif dan kontinyuitas sulit diharapkan karena ketersediaan alokasi lahan yang diperuntukkan.  Sumberdaya pakan yang potensial adalah pemanfaatan limbah pertanian dan industri pertanian.  Di daerah pertanian lahan kering dapat diharapkan ketersediaan jerami padi, jerami jagung, pucuk tebu, juga jerami kacang tanah dan kedelai, disamping hasil pengolahan hasil pertanian katul dan berbagai bungkil (Egarusiani, 2009).

Hasil   
Tabel 2. Hasil Pengamatan Bahan Pakan
(Hijauan) Secara Makroskopis
No.
Bahan Pakan
Bentuk
Nomenklatur Internasional
Tekstur
Bau
Asal
Sumber
1
Tepung Rese
Serbuk kasar
V
Kasar
Tengik
Hewani
Protein
2
Tepung CaCoT
Tepung
VI
Halus
Khas
Alami
Mineral
3
Jagung
Butiran
IV
Kasar
Khas
Nabati
Energi
4
Kacang gude
Butiran
V
Kasar
Khas
Nabati
Protein
5
Tepung tulang
Tepung
VI
Kasar
Tengik
Hewani
Mineral
6
Kacang kedelei
Butiran
V
Kasar
Khas
Nabati
Protein
7
Sulfur
Tepung
VI
Halus
Khas
Alami
Mineral
8
Bungkil kelapa
Serbuk
V
Kasar
Khas
Nabati
Protein
9
Tepung ikan
Tepung
V
Kasar
Tengik
Hewani
Protein
10
Tepung premis
Tepung
VI
Halus
Khas
Alami
Mineral
Sumber : Data Hasil Pengamatan Bahan Pakan dan Formulasi Ransum, 2012.

Pembahasan    
 Dari hasil pengamatan mengenai bahan pakan maka diperoleh hasil bahwa berdasarkan asalnya maka bahan pakan dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu bahan pakan yang berasal dari hewan, bahan pakan alami dan bahan pakan yang berasal dari nabati. Yang termasuk bahan pakan yang berasal dari hewani adalah tepung rese, tepung tulang, dan tepung ikan. Sedangkan yang termasuk bahan pakan yang berasal dari nabati jagung, kacang gude kacang kedelei dan bungkil kelapa. Sedangkan yang termasuk bahan pakan alami adalah tepung CaCoT, tepung premis dan sulfur. Hal ini sesuai dengan pendapat Egarusiani (2009) yang membagi tiga bahan pakan berdasarkan asalnya yakni bahan pakan yang berasal dari tanaman, misalnya tanaman hijauan, jerami atau sisa hasil pertanian, butiran, umbi-umbian, dan hasil sampingan industri. Bahan pakan asal hewan yakni tepung tulang, tepung darah, dan lain-lain.
Menurut Priyono (2008), bahan pakan yang bisa dijadikan sebagai bahan pembuatan konsentrat adalah biji-bijian beras, jagung, sorghum dan “millet”. SE dan TDN nya tinggi, kandungan potein kasar menengah dan serat kasar yang rendah, kandungan mineral bervariasi, tepung daging, tepung tulang dan daging, tepung darah, hasil samping pengolahan ikan seperti tepung ikan dan ikan kecil, hasil sampingan pengolahan susu seperti bubuk susu skim, “whey” dan lemak susu.
            Menurut Anggorodi (1995), ada beberapa bahan pakan berdasarkan sumbernya dan ini berkaitan dengan kandungan gizinya apakah termasuk sumber energi seperti dedak dan ubi kayu, sumber protein ada dua yaitu dari tanaman seperti bungkil kelapa dan kedelai dan dari hewani seperti tepung darah dan tepung bulu. Selanjutnya sumber mineral seperti tepung tulang, kapur dan garam, sumber vitamin seperti minyak ikan dan juga sebagai imbuhan pakan seperti antibiotika, hormon dan enzim.
Menurut Tillman, Dkk (1984), Nomenklatur internasional telah membagi pakan ternak dalam delapan kelas, yaitu : (1) Forage kering dan roughage, yakni semua hay dan jerami kering, (2) Pasture, ramban yakni semua tanaman yang diberikan segar sebagai hijauan, (3) Silase, yakni semua makanan yang dipotong-potong atau dicacah-cacah dan difermentasikan, (4) Makanan sumber energi, yakni semua biji-bijian, hasil ikutannya yang mempunyai kandungan 20% dan 10% serat kasar, (5) Makanan sumber protein 20% atau lebih dan dapat berasal dari tanaman, hewan, ikan dan milk, (6) Makanan sumber mineral           (7) Makanan sumber protein dan (8) Makanan aditif, yaitu zat-zat tertentu yang biasanya ditambahkan kepada ransum seperti antibiotika, zat warna, hormon dan obat-obatan lainnya.


PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan mengenai Pengenalan Bahan Pakan Secara Makroskopis maka dapat disimpulkan :
·         Berdasarkan bentuknya bahan pakan dapat dibedakan menjadi bentuk serbuk (tepung rese dan bungkil kelapa), bentuk butiran (jagung, kacang gude dan kacang kedelei) dan bentuk tepung (tepung tulang, sulfur, tepung CaCoT, tepung premis dan tepung ikan).
·         Berdasarkan teksturnya dapat dibedakan kasar (tepung rese, jagung, kacang gude, kacang kedelei dan bungkil kelapa) dan tekstur halus (tepung tulang, tepung CaCoT, tepung premis dan tepung ikan)
·         Berdasarkan baunya terbagi dua yaitu khas (jagung, kacang gude, kacang kedelei, bungkil kelapa, sulfur, tepung CaCoT dan tepung premis) dan tengik (tepung rese, tepung tulang dan tepung ikan)
·         Bahan pakan dari asalnya terbagi atas tiga yaitu nabati, hewani dan alami. Asal nabati (jagung, kacang gude kacang kedelei dan bungkil kelapa), asal hewani (tepung rese, tepung tulang, dan tepung ikan) dan alami (tepung CaCoT, tepung premis dan sulfur)
·         Berdasarkan sumber maka dapat dibedakan sebagai sumber protein (kacang gude, kacang kedelei, bungkil kelapa, tepung rese dan tepung ikan), sumber energi (jagung) dan sumber mineral (tepung tulang, tepung CaCoT, tepung premis dan sulfur)
·          Berdasarkan Nomenklatur Internasional yaitu V (kacang gude, kacang kedelei, bungkil kelapa, tepung rese, tepung tulang dan tepung ikan), IV (jagung) dan VI (tepung CaCoT, tepung premis dan sulfur)
·         Bahan pakan hijauan terbagi atas dua yaitu rumput gajah (Pennisetum purpureum), rumput gajah mini (Pennisetum purpureum CV Mott) dan leguminosa yaitu lamtoro (Leucena leucocepala), sentro (Centrocema pubescens), kalopo (Calopogonium muconoides), tapal kuda (Centella asiatica), gamal (Gliricidia maculata) dan daun murbei (Morus alba L).

Saran
            Untuk asisten, agar lebih tegas mengawasi praktikan saat praktikum berlangsung.
            Untuk Laboratorium, sebaiknya kebersihan laboratorium diperhatikan








                               DAFTAR PUSTAKA  
Anonim. 2011. Pakan, Ransum, Konsentrat, Hijauan. http://myluckyta.wordpress. Com/2011/12/08 (Diakses 11 Maret 2012).

Anonim, 2012. Penuntun Praktikum Bahan Pakan Formulasi Ransum. Universitas Hasnuddin. Makassar

Anggorodi. 1995. Nutrisi Aneka Ternak Unggas.PT. Gramedia Pustaka Utama,
    Jakarta

Egarusiani. 2009. Bahan Kuliah Bahan Pakan. www. Wordpress.com (Diakses 11 Maret 2012).

Jamaluddin, H. Ternak pun Memerlukan Gizi yang Cukup. http://hardianti-jamaluddin.blogspot.com/2011/03 (Diakses 11 Maret 2012).

Priyono. 2008. Konsentrat. Ilmu Peternakan. www. Undip. Ac.id (Diakses 11 Maret 2012).

Puslitbangnak. 2011. Sumber Bahan Pakan Lokal Ternak Ruminansia. Jawa Barat.

Tillman, A.D, H. Hartadi, S. Reksohadiprodjo, S. Prawirokusumo dan S. Lebdosoekojo., 1984. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Sinaga, Sauland. 2009. Nutrisi dan Ransum Babi. www. Wordpress.com (Diakses 11 Maret 2012).














LAPORAN PRAKTIKUM
BAHAN PAKAN DAN FORMULASI RANSUM


                         PENGENALAN BAHAN PAKAN
SECARA MAKROSKOPIS

                                        Nama           :    Windawati. Alwi
                                        Nim              :    I211 10 005
                                    Jurusan        :    Nutrisi & Makanan Ternak
                                        Kelompok   :    V (Lima)
                                        Asisten        :    Nurul Fajri


Copy of Unhas02.JPG



LABORATORIUM BAHAN PAKAN DAN FORMULASI RANSUM
JURUSAN NUTRISI DAN MAKANAN TERNAK
FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2012

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar